duniaku
yang lain bersandiwara guwe apa adanya fandik enjoe aja. Copyright © 2012 fandik
sosial
hidup akan lebih indah karena mengharap berkah, petuah mbah yai, dunia pasti berakir
hampa relung kehidupan
kita masih muda enjoe aja ayo lawan semua yang cuma merusak tatanan yang tak bermoral
baju
ngapai berbaju suci jika tidak dengan hati, jati diri sendiri.
Tampilkan postingan dengan label KATA MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KATA MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 02 Februari 2013
Selasa, 02 Oktober 2012
mahasiswa sombong
Baru jadi mahasiswa sudah sok sibuk gimana kalo sudah jadi
apa yang di impikan menengok pun nggak
Minggu, 23 September 2012
puisi untuk Jokowi
aku bukan malaikat yang berhianatdan bukan setan yang bertaubat
tapi ruh dan jiwa dalam raga
terkadang aku hina
dan tak jarang pujian datang
semua hanya sebuah suara
ada noda yang tampak seram
sebaik lukisan penuh makna
seputih kertas bertulis kata
senantiasa menceritakan surga
terukir emas berkisah neraka
tersamat penuh siksa
iki jenenge ndonnyo.....
by ; fandik prasetiyawan
Kamis, 20 September 2012
kecewa
Siapa yang tidak pernah mengalami kekecewaan?
Semua orang di dunia ini, tak peduli kaya atau miskin, cakep atau cukupan,
tua maupun muda, pernah merasa kecewa.
Kecewa timbul dari harapan yang tidak terkabul atau tertunda. Kita kecewa saat seorang sahabat membatalkan janji, padahal kita sudah menaruh harap untuk dapat pergi bersamanya.
Kita kecewa ketika anak-anak kita tidak memenuhi harapan-harapan kita. Kita kecewa ketika pasangan/kekasih ternyata tidak bersikap seperti yang kita harapkan.
Banyak hal di dunia ini yang dapat menyebabkan kita kecewa.
TIDAK INGIN KECEWA? MAKA JANGAN BERHARAP! Namun, hidup sama seperti mati jadinya jika kita tidak memiliki harapan. Harapanlah yang membuat seseorang hidup. Harapan yang membuat seseorang berjuang dan bersemangat.
Namun, ada cara untuk meminimalkan kecewa. Berharaplah dan bersiaplah. Jika berharap, jangan memasang target atau tuntutan bahwa hal itu harus terkabul. Bersiaplah untuk menerima jawaban tidak atau tunggu. Dahkan Iskan yang Menag BUMN itu pernah berkata, “Jika semua doa dikabulkan, dari mana Kita belajar tawakal?”
Tidak semua hal di dunia ini berjalan seperti cara kita, waktu kita, atau pun mau kita. Acap kali kita malah kehilangan kendali atas segala situasi yang terjadi. Kita tidak bisa melawan kematian atau memaksa seseorang tetap tinggal jika dia ingin pergi.
Mengalirlah bersama arus hidup Anda. Arus hidup Anda tidak sama dengan arus hidup orang lain. Jangan pernah membandingkan diri, kehidupan, ataupun segala yang Anda miliki dengan orang lain.
from tautan di fb tea ariztma (tiya arisma)
Semua orang di dunia ini, tak peduli kaya atau miskin, cakep atau cukupan,
tua maupun muda, pernah merasa kecewa.
Kecewa timbul dari harapan yang tidak terkabul atau tertunda. Kita kecewa saat seorang sahabat membatalkan janji, padahal kita sudah menaruh harap untuk dapat pergi bersamanya.
Kita kecewa ketika anak-anak kita tidak memenuhi harapan-harapan kita. Kita kecewa ketika pasangan/kekasih ternyata tidak bersikap seperti yang kita harapkan.
Banyak hal di dunia ini yang dapat menyebabkan kita kecewa.
TIDAK INGIN KECEWA? MAKA JANGAN BERHARAP! Namun, hidup sama seperti mati jadinya jika kita tidak memiliki harapan. Harapanlah yang membuat seseorang hidup. Harapan yang membuat seseorang berjuang dan bersemangat.
Namun, ada cara untuk meminimalkan kecewa. Berharaplah dan bersiaplah. Jika berharap, jangan memasang target atau tuntutan bahwa hal itu harus terkabul. Bersiaplah untuk menerima jawaban tidak atau tunggu. Dahkan Iskan yang Menag BUMN itu pernah berkata, “Jika semua doa dikabulkan, dari mana Kita belajar tawakal?”
Tidak semua hal di dunia ini berjalan seperti cara kita, waktu kita, atau pun mau kita. Acap kali kita malah kehilangan kendali atas segala situasi yang terjadi. Kita tidak bisa melawan kematian atau memaksa seseorang tetap tinggal jika dia ingin pergi.
Mengalirlah bersama arus hidup Anda. Arus hidup Anda tidak sama dengan arus hidup orang lain. Jangan pernah membandingkan diri, kehidupan, ataupun segala yang Anda miliki dengan orang lain.
from tautan di fb tea ariztma (tiya arisma)
Senin, 13 Agustus 2012
mahasiswa penggerak bangsa
Selasa, 15 Mei 2012
Langganan:
Komentar (Atom)









