facebook fandik

menjelajah KEHIDUPAN dengan ketulusan untuk meraih ridho ILLAHI

duniaku

yang lain bersandiwara guwe apa adanya fandik enjoe aja. Copyright © 2012 fandik

sosial

hidup akan lebih indah karena mengharap berkah, petuah mbah yai, dunia pasti berakir

hampa relung kehidupan

kita masih muda enjoe aja ayo lawan semua yang cuma merusak tatanan yang tak bermoral

baju

ngapai berbaju suci jika tidak dengan hati, jati diri sendiri.

Tampilkan postingan dengan label BOJONEGORO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BOJONEGORO. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Januari 2013

bojonegoro kota jomblo

bojonegoro
ada janda baru (rondo anyar) di serbu para jejaka bojonegoro....

dengan moto
BOJONEGORO (bocah jomblo nokat golek rondo)

Jumat, 25 Januari 2013

calon LURAH lucu di bojonegoro

BLOGGER TURIGEDE
bara soboma calon kepala desa turigede.......
Penduduk DESA TURIGEDE seratus persen beragama islam. Jamaah tahlil bagi ibu ibu dan remaja putri biasanya di lakukan pada malam kamis. Sedangkan jamaah tahlil laki laki di lakukan pada malam jum at. Bila menjelang sore Masjid langgar dan surau adalah tempat mengaji bagi anak2. Dan para remaja pada malam hari
CALON LURAH TURIGEDE 2013 2019
Forum yang diadakan oleh masyarakat TURIGEDE dimana membahas permasalahan yang ada, baik oleh warga yang tinggal di TURIGEDE ataupun diluar daerah. Dan forum ini memperbolehkan anggota untuk mengirimkan saran dan kritik atas kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten TURIGEDE. Sehingga Kebijakan yang diambil oleh PemKab diharapkan dapat memenuhi harapan dan kesejahteraan masyarakat.

TURIGEDE


Sabtu, 17 November 2012

CCC stikesmuhla (cowok cewek cute)

wajah mahasiswa stikes muhammadiyah lamongan, yang tergabung CCC bjn community...

Jumat, 16 November 2012

www.fandik.co.cc


domain yang dot.co.cc di atas telah bangkrut mungkin setelah menggunakan domain gratisan membuat blog aku jadi hancur. pengunjung merosot lebih dari 50%.

hati-hati para pengguna jasa blog domain gratisan

Selasa, 13 November 2012

hasil pilkada bojonegoro Suyoto-Setyo Hartono (ToTo) hampir dipastikan menang

Sesuai Pasal 107 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 yang diubah dengan UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan, pasangan calon yang memperoleh hasil suara 30% + 1 dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) dinyatakan sebagai pemenang. "Kalau ada dua pasangan calon yang memperoleh hasil suara 30%, maka perolehan suara yang paling banyak yang menang," pungkasnya.


Suyoto-Setyo Hartono (ToTo) yang juga pasangan incumbent hampir pati memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bojonegoro

Berdasarkan perhitungan tersebut Suyoto-Setyo Hartono meraih 249.288 (44.41%), M Thalhah-Budiyanto 79. 897 (14.23%), M Choiri-Untung Basuki 176.824 (31.50%), Sarif Usman-Syamsiah Rahim (SaSa) 17.143 (3.05%) dan pasangan Andromeda Qomariyah-Sigit Budi meraih (DaDi) 38.223 (6.81%).

Jumat, 09 November 2012

manipolitik pilkada bojonegoro

pilkada bojonegoro banyak manipolitik
berbagai cara yang meraka gunakan cara hina ini masih di gunakan dari calon pasangan bupati

pada malam pemilihan tepatnya pada saat postingan di website ini di postkan banyak sekali uang berkeliaran dari rumah ke rumah.

sungguh nyaris pesta demokrasi di daerahku se ironis ini.
INDONESIA belum siap demokrasi, semua telah menjadi saksi bukan yang berkemampuan yang berpangkat tapi yang beuang yang berjaya

Selasa, 06 November 2012

warna pilkada bojonegoro

calon bupati bojonegoro kampanye yg unik..... ada yang serius dengan dana miliyaran rupiah ada yang cuma modal iseng.. betul apa tidak?? mereka hanya nampang nama hanya agar namanya di kenal untuk tujuan politik lain.

ada yang dengan cara yang memalukan dengan fatwa wajib milih calon tertentu>>
ada yang pake partai pencak silat, dan organisasi yang tak penting
ada yang serius dengan janji janji
HM.Thalhah-Budiyanto;  M Choiri-Untung Basuki; Suyoto-Setyohartono; Syarif Usman–Syamsiyah Rahim  dan  Andromeda-Sigit Budi

mereka di ada yang di usung partai politik ada juga yang dari independent

Calon yang diusung dari partai politik adalah HM.Thalhah-Budiyanto, M Choiri–Untung Basuki dan Suyoto-Setyohartono. Sedang dari independen adalah pasangan Syarif Usman-Syamsiyah Rahim dan Andromeda-Sigit Budi.




Kamis, 18 Oktober 2012

Kahyangan Api BOJONEGORO

Kahyangan Api BOJONEGORO

Merupakan sumber api alam yang menyala sepanjang tahun. dan terletak pada posisi yang sangat strategis yaitu dikelilingi oleh hutan-hutan yang dilindungi dan bebas dari pencemaran polusi. selain sumber api abadi di kahyangan api juga terdapat mata air yang konon dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Anehnya air ini dari jauh berbau buSuk tetapi setelah mendekat baunya itu hilang dan dari jauh air ini kelihatang seperti air mendidih tetapi kalau kita sudah mengambilnya maka air tersebut terasa dingin dan sejuk. Konon, menurut suatu cerita rakyat, keampuhan lokasi Kahyangan Api telah dirasakan semenjak pemerintah Maha Prabu Angling Dharma (Sri Aji Dharma) dari Malawapati, yang melatih para prajurit Malawapati di lokasi Kahyangan Api tersebut. Bahkan, ada beberapa pusaka Malawapati yang ditempa di Kahyangan Api, termasuk pusaka-pusaka andalan Kerajaan Malawapati dan Kerajaan Bojonegoro pada zaman Hindu madya di masa silam. Meskipun benar tidaknya cerita tersebut belum diketahui secara pasti, Serat Astra Dharma yang saat ini tersimpan di salah satu museum terkenal di Belanda, dapat menjelaskan bahwa hal tersebut benar-benar nyata. Serat yang ditulis pada masa Raja Astra Dharma alias Prabu Purusangkana, ayah kandung Prabu Angling Dharma (putera Prabu Kijing Wahana, suami Dewi Pramesthi) yang legendaris tersebut. Apabila Serat Astra Dharma tersebut dapat dikembalikan ke Indonesia, dapat diketahui dengan pasti bagaimana silsilah raja-raja Malawapati, Yawastina, dan Mamenang yang bersumber dari satu asal yaitu Prabu Parikesit, raja Hastinapura dari India

Kahyangan Api BOJONEGORO

TURIGEDE

Turigede adalah desa dengan kearifan lokal yang masih sangat terjaga yaitu dengan budaya yang masih terjaga hingga sekarang yaitu tradisi nyadran atau Restu bumi dan lebih di kenal dengan sedekah bumi
pada acara itu di desa ini terdapat pentas TARI TAYUB yang cukup menghibur masyarakat desa TURIGEDE, nyadran TURI,
arara ini terpusat di sumur dukuh turi, ds TURIGEDE. mbeso adalah yang sering di lakukan oleh laki-laki saat mengikuti gerakan si penari itu
Tayub sendiri merupakan tari pergaulan yang populer bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya. Tarian ini biasanya dilakukan oleh pria dengan diiringi gamelan dan tembang Jawa yang dilantunkan oleh waranggono yang syairnya sarat dengan petuah dan ajaran.
Pertunjukan tari ini banyak dipergunakan untuk meramaikan kegiatan hajatan yang banyak dilaksanakan oleh warga Bojonegoro ataupun kegiatan kebudayaan yang lain. Biasanya dalam mengadakan kegiatannya, tarian tayub ini sudah terkoordinasi dalam suatu kelompok tertentu dengan nama khas masing-masing

pemilihan bupati bojonegoro nama-nama bupati sebelumnya

Tahun Nama
2008-2013 Drs. H. Suyoto,M.Si.
2003-2008 Kolonel (pur) H M. Santoso
1998-2003 Drs. H. Atlan
1993-1998 Drs. H. Imam Soepardi
1988-1993 Drs. H. Imam Soepardi
1983-1988 Drs. Soedjito
1978-1983 Drs. Soeyono
1973-1978 Kolonel Invantri Alim Sudarsono
1968-1973 Letnan Kolonel Invantri Sandang
1960-1968 R. Tamsi Tedjo Sasmito
1959-1960 R. Soejitno
1955-1959 R. Baruno Djojoadikusumo
1951-1955 Mas Kusno Suroatmodjo
1950-1951 R. Sundaru
1949-1950 R. Tumenggung Sukardi
1947-1949 Mas Surowijono
1945-1947 R. Tumenggung Sudiman Hadiatmodjo
sebelum kemerdekaan
Tahun Nama
1943-1945 R. Tumenggung Oetomo
1937-1943 R. Tumenggung Achmad Surjodiningrat
1936-1937 R. Dradjat
1916-1936 R. Adipati Aryo Kusumoadinegoro
1890-1916 R. Adipati Aryo Reksokusumo
1888-1890 R. M. Sosrokusumo
1878-1888 R. M. Tumenggung Tirtonoto II
1844-1878 R. Adipati Tirtonoto I
1828-1844 R. Adipati Djojonegoro
1827-1828 R. Tumenggung Sosrodilogo
1825-1827 R. Adipati Djojonegoro
1823-1825 R. Tumenggung Purwonegoro
1821-1823 R. Tumenggung Sosrodiningrat
1816-1821 R. Tumenggung Sumonegoro
1811-1816 R. Prawirosentiko
1800-1811 R. Ronggo Djenggot
1760-1800 R. M. Guntur Wirotedjo
1756-1760 R. Purwodidjojo
1755-1756 R. Ronggo Prawirodirjo I
1743-1755 R. Tumenggung Hario Matahun III
1741-1743 R. Tumenggung Hario Matahun II
1718-1741 Ki Songko (R. Tumenggung Hario Matahun I)
1705-1718 Ki Wirosentiko (R. Tumenggung Surowidjojo)
1677-1705 Pangeran Mas Toemapel

Batik Bojonegoro

batik Bojonegoro ....Sebenarnya di Bojonegoro ada Batik yang telah lama menggema yaitu batik Jumput dari Desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo.
batik Bojonegoro, Motif batik yang menjadi kebanggaan warga Bojonegoro. “Ada Motif jagung, tembakau, Minyak (Gotro), sapi, Wayang Tengul, Jati dan Padi serta Kayangan Api”. Dari kesembilan Motif Batik Jonegoro ini akan menjadi Motif awal sebelum muncul Motif – motif lain yang nantinya bisa membuat nama Bojonegoro di kenal di negara lain.
batik Bojonegoro...... Masyarakat Bojonegoro harus mau ikut membudayakan untuk ikut memiliki Batik Jonegoro dan menggunakan pada hari Kamis dan Jumat bagi Karyawan Pemkab, untuk Pengusaha bisa menganjurkan penggunaan Batik Jonegoro pada karyawannya serta bagi siswa sekolah juga bisa diseragamkan pada setiap hari jum’at, masih banyak peran serta masyarakat dalam ikut membantu melestarikan penggunaan Batik jonegoro ini.
Batik di Bojonegoro sebenarnya tidak ada satu melainkan 2 yakni Batik Jumput dan Batik Madrim, untuk nama Batik Madrim ini orang sudah banyak mengenal merupakan Patih dari Raja Angling Darma dari Kerajaan Malowopati yang petilasannya ada di Desa Wotan Ngare Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.
Bojonegoro merupakan sebuah kabupaten yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Kekayaan ini menginspirasi Ibu Mafudho Suyoto untuk menjadikannya sebagai motif Batik. Melalui lomba design, maka terciptalah 9 motif Batik Jonegoroan.
Antara lain batik Bojonegoro: Gastro Rinonce (Motif Kilang Minyak dan Gas Bumi), Jagung Miji Emas (Motif Jagung), Mliwis Mukti (Motif Burung Legendaris Jelmaan Angling Dharma, Mliwis Putih), Parang Dahono Munggal (Motif Wisata Api Abadi, Kahyangan Api), Parang Jembul Sekar Rinandar (Motif Hewan Sapi), Pari Sumilak (Motif Padi), Rancak Thengul (Motif Wayang Thengul, khas Bojonegoro), Sata Gondo Wangi (Motif Tembakau), dan Sekar Jati (Motif Daun Jati).
Sembilan motif batik Jonegoroan diatas merupakan gambaran dari Potensi Budaya dan Alam Bojonegoro. Bagi masyarakat yang ingin memliki batik Jonegoro bisa mendapatkannya di Kecamatan Temayang, Kecamatan Dander dan Purwosari.
batik Bojonegoro

Jumat, 20 Juli 2012

profile calon bupati bojonegoro Drs. Suyoto M.Si (Kang Yoto)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. IDENTITAS
1. Nama : Drs. Suyoto M.Si (Kang Yoto)
2. Tempat Tanggal Lahir : Bojonegoro, 17 Februari 1965
3. Tempat Tinggal : Jalan Jawa Indah II/12 Darus Sa’adah Gresik
4.Status : Menikah, 1 Istri dan 3 Putra
5. Pekerjaan : Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik

II. PENDIDIKAN
1.Sekolah Dasar,Bojonegoro,1977
2. Madrasah Tsanawiyah At-Tanwir Talun, Bojonegoro,1981
3. Madrasah Aliyah At-Tanwir Talun, Bojonegoro,1985
4. S1, IAIN (Pendidikan Bahasa Arab)Malang,1989
5. S2, PP Sosiologi UMM,1996

III. RIWAYAT PEKERJAAN