duniaku
yang lain bersandiwara guwe apa adanya fandik enjoe aja. Copyright © 2012 fandik
sosial
hidup akan lebih indah karena mengharap berkah, petuah mbah yai, dunia pasti berakir
hampa relung kehidupan
kita masih muda enjoe aja ayo lawan semua yang cuma merusak tatanan yang tak bermoral
baju
ngapai berbaju suci jika tidak dengan hati, jati diri sendiri.
Tampilkan postingan dengan label BOJONEGORO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BOJONEGORO. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 26 Januari 2013
Jumat, 25 Januari 2013
calon LURAH lucu di bojonegoro
![]() |
| BLOGGER TURIGEDE |
Penduduk DESA TURIGEDE seratus persen beragama islam. Jamaah tahlil bagi ibu ibu dan remaja putri biasanya di lakukan pada malam kamis. Sedangkan jamaah tahlil laki laki di lakukan pada malam jum at. Bila menjelang sore Masjid langgar dan surau adalah tempat mengaji bagi anak2. Dan para remaja pada malam hari
![]() |
| CALON LURAH TURIGEDE 2013 2019 |
TURIGEDE
Sabtu, 17 November 2012
Jumat, 16 November 2012
www.fandik.co.cc
domain yang dot.co.cc di atas telah bangkrut mungkin setelah menggunakan domain gratisan membuat blog aku jadi hancur. pengunjung merosot lebih dari 50%.
hati-hati para pengguna jasa blog domain gratisan
Selasa, 13 November 2012
hasil pilkada bojonegoro Suyoto-Setyo Hartono (ToTo) hampir dipastikan menang
Suyoto-Setyo Hartono (ToTo) yang juga pasangan incumbent hampir pati memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bojonegoro
Berdasarkan perhitungan tersebut Suyoto-Setyo Hartono meraih 249.288
(44.41%), M Thalhah-Budiyanto 79. 897 (14.23%), M Choiri-Untung Basuki
176.824 (31.50%), Sarif Usman-Syamsiah Rahim (SaSa) 17.143 (3.05%) dan
pasangan Andromeda Qomariyah-Sigit Budi meraih (DaDi) 38.223 (6.81%).
Jumat, 09 November 2012
manipolitik pilkada bojonegoro
pilkada bojonegoro banyak manipolitik
berbagai cara yang meraka gunakan cara hina ini masih di gunakan dari calon pasangan bupati
pada malam pemilihan tepatnya pada saat postingan di website ini di postkan banyak sekali uang berkeliaran dari rumah ke rumah.
sungguh nyaris pesta demokrasi di daerahku se ironis ini.
INDONESIA belum siap demokrasi, semua telah menjadi saksi bukan yang berkemampuan yang berpangkat tapi yang beuang yang berjaya
berbagai cara yang meraka gunakan cara hina ini masih di gunakan dari calon pasangan bupati
pada malam pemilihan tepatnya pada saat postingan di website ini di postkan banyak sekali uang berkeliaran dari rumah ke rumah.
sungguh nyaris pesta demokrasi di daerahku se ironis ini.
INDONESIA belum siap demokrasi, semua telah menjadi saksi bukan yang berkemampuan yang berpangkat tapi yang beuang yang berjaya
Selasa, 06 November 2012
warna pilkada bojonegoro
calon bupati bojonegoro kampanye yg unik..... ada yang serius dengan dana miliyaran rupiah ada yang cuma modal iseng.. betul apa tidak?? mereka hanya nampang nama hanya agar namanya di kenal untuk tujuan politik lain.
ada yang dengan cara yang memalukan dengan fatwa wajib milih calon tertentu>>
ada yang pake partai pencak silat, dan organisasi yang tak penting
ada yang serius dengan janji janji
HM.Thalhah-Budiyanto; M Choiri-Untung Basuki; Suyoto-Setyohartono; Syarif Usman–Syamsiyah Rahim dan Andromeda-Sigit Budi
mereka di ada yang di usung partai politik ada juga yang dari independent
Calon yang diusung dari partai politik adalah HM.Thalhah-Budiyanto, M Choiri–Untung Basuki dan Suyoto-Setyohartono. Sedang dari independen adalah pasangan Syarif Usman-Syamsiyah Rahim dan Andromeda-Sigit Budi.
ada yang dengan cara yang memalukan dengan fatwa wajib milih calon tertentu>>
ada yang pake partai pencak silat, dan organisasi yang tak penting
ada yang serius dengan janji janji
HM.Thalhah-Budiyanto; M Choiri-Untung Basuki; Suyoto-Setyohartono; Syarif Usman–Syamsiyah Rahim dan Andromeda-Sigit Budi
mereka di ada yang di usung partai politik ada juga yang dari independent
Calon yang diusung dari partai politik adalah HM.Thalhah-Budiyanto, M Choiri–Untung Basuki dan Suyoto-Setyohartono. Sedang dari independen adalah pasangan Syarif Usman-Syamsiyah Rahim dan Andromeda-Sigit Budi.
Kamis, 18 Oktober 2012
Kahyangan Api BOJONEGORO
Kahyangan Api BOJONEGORO
Merupakan sumber api alam yang menyala sepanjang tahun. dan terletak
pada posisi yang sangat strategis yaitu dikelilingi oleh hutan-hutan
yang dilindungi dan bebas dari pencemaran polusi. selain sumber api
abadi di kahyangan api juga terdapat mata air yang konon dapat
menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Anehnya air ini dari jauh
berbau buSuk tetapi setelah mendekat baunya itu hilang dan dari jauh air
ini kelihatang seperti air mendidih tetapi kalau kita sudah mengambilnya
maka air tersebut terasa dingin dan sejuk. Konon, menurut suatu cerita
rakyat, keampuhan lokasi Kahyangan Api telah dirasakan semenjak
pemerintah Maha Prabu Angling Dharma (Sri Aji Dharma) dari Malawapati,
yang melatih para prajurit Malawapati di lokasi Kahyangan Api tersebut.
Bahkan, ada beberapa pusaka Malawapati yang ditempa di Kahyangan Api,
termasuk pusaka-pusaka andalan Kerajaan Malawapati dan Kerajaan
Bojonegoro pada zaman Hindu madya di masa silam. Meskipun benar tidaknya
cerita tersebut belum diketahui secara pasti, Serat Astra Dharma yang
saat ini tersimpan di salah satu museum terkenal di Belanda, dapat
menjelaskan bahwa hal tersebut benar-benar nyata. Serat yang ditulis
pada masa Raja Astra Dharma alias Prabu Purusangkana, ayah kandung Prabu
Angling Dharma (putera Prabu Kijing Wahana, suami Dewi Pramesthi) yang
legendaris tersebut. Apabila Serat Astra Dharma tersebut dapat
dikembalikan ke Indonesia, dapat diketahui dengan pasti bagaimana
silsilah raja-raja Malawapati, Yawastina, dan Mamenang yang bersumber
dari satu asal yaitu Prabu Parikesit, raja Hastinapura dari India
Kahyangan Api BOJONEGORO
TURIGEDE
Turigede adalah desa dengan kearifan lokal yang masih sangat terjaga yaitu dengan budaya yang masih terjaga hingga sekarang yaitu tradisi nyadran atau Restu bumi dan lebih di kenal dengan sedekah bumi
pada acara itu di desa ini terdapat pentas TARI TAYUB yang cukup menghibur masyarakat desa TURIGEDE, nyadran TURI,
arara ini terpusat di sumur dukuh turi, ds TURIGEDE. mbeso adalah yang sering di lakukan oleh laki-laki saat mengikuti gerakan si penari itu
Tayub sendiri merupakan tari pergaulan yang populer bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya. Tarian ini biasanya dilakukan oleh pria dengan diiringi gamelan dan tembang Jawa yang dilantunkan oleh waranggono yang syairnya sarat dengan petuah dan ajaran.
Pertunjukan tari ini banyak dipergunakan untuk meramaikan kegiatan hajatan yang banyak dilaksanakan oleh warga Bojonegoro ataupun kegiatan kebudayaan yang lain. Biasanya dalam mengadakan kegiatannya, tarian tayub ini sudah terkoordinasi dalam suatu kelompok tertentu dengan nama khas masing-masing
pada acara itu di desa ini terdapat pentas TARI TAYUB yang cukup menghibur masyarakat desa TURIGEDE, nyadran TURI,
arara ini terpusat di sumur dukuh turi, ds TURIGEDE. mbeso adalah yang sering di lakukan oleh laki-laki saat mengikuti gerakan si penari itu
Tayub sendiri merupakan tari pergaulan yang populer bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya. Tarian ini biasanya dilakukan oleh pria dengan diiringi gamelan dan tembang Jawa yang dilantunkan oleh waranggono yang syairnya sarat dengan petuah dan ajaran.
Pertunjukan tari ini banyak dipergunakan untuk meramaikan kegiatan hajatan yang banyak dilaksanakan oleh warga Bojonegoro ataupun kegiatan kebudayaan yang lain. Biasanya dalam mengadakan kegiatannya, tarian tayub ini sudah terkoordinasi dalam suatu kelompok tertentu dengan nama khas masing-masing
pemilihan bupati bojonegoro nama-nama bupati sebelumnya
| Tahun | Nama |
|---|---|
| 2008-2013 | Drs. H. Suyoto,M.Si. |
| 2003-2008 | Kolonel (pur) H M. Santoso |
| 1998-2003 | Drs. H. Atlan |
| 1993-1998 | Drs. H. Imam Soepardi |
| 1988-1993 | Drs. H. Imam Soepardi |
| 1983-1988 | Drs. Soedjito |
| 1978-1983 | Drs. Soeyono |
| 1973-1978 | Kolonel Invantri Alim Sudarsono |
| 1968-1973 | Letnan Kolonel Invantri Sandang |
| 1960-1968 | R. Tamsi Tedjo Sasmito |
| 1959-1960 | R. Soejitno |
| 1955-1959 | R. Baruno Djojoadikusumo |
| 1951-1955 | Mas Kusno Suroatmodjo |
| 1950-1951 | R. Sundaru |
| 1949-1950 | R. Tumenggung Sukardi |
| 1947-1949 | Mas Surowijono |
| 1945-1947 | R. Tumenggung Sudiman Hadiatmodjo |
| Tahun | Nama |
|---|---|
| 1943-1945 | R. Tumenggung Oetomo |
| 1937-1943 | R. Tumenggung Achmad Surjodiningrat |
| 1936-1937 | R. Dradjat |
| 1916-1936 | R. Adipati Aryo Kusumoadinegoro |
| 1890-1916 | R. Adipati Aryo Reksokusumo |
| 1888-1890 | R. M. Sosrokusumo |
| 1878-1888 | R. M. Tumenggung Tirtonoto II |
| 1844-1878 | R. Adipati Tirtonoto I |
| 1828-1844 | R. Adipati Djojonegoro |
| 1827-1828 | R. Tumenggung Sosrodilogo |
| 1825-1827 | R. Adipati Djojonegoro |
| 1823-1825 | R. Tumenggung Purwonegoro |
| 1821-1823 | R. Tumenggung Sosrodiningrat |
| 1816-1821 | R. Tumenggung Sumonegoro |
| 1811-1816 | R. Prawirosentiko |
| 1800-1811 | R. Ronggo Djenggot |
| 1760-1800 | R. M. Guntur Wirotedjo |
| 1756-1760 | R. Purwodidjojo |
| 1755-1756 | R. Ronggo Prawirodirjo I |
| 1743-1755 | R. Tumenggung Hario Matahun III |
| 1741-1743 | R. Tumenggung Hario Matahun II |
| 1718-1741 | Ki Songko (R. Tumenggung Hario Matahun I) |
| 1705-1718 | Ki Wirosentiko (R. Tumenggung Surowidjojo) |
| 1677-1705 | Pangeran Mas Toemapel |
Batik Bojonegoro
batik Bojonegoro, Motif batik yang menjadi kebanggaan warga Bojonegoro. “Ada Motif jagung, tembakau, Minyak (Gotro), sapi, Wayang Tengul, Jati dan Padi serta Kayangan Api”.
Dari kesembilan Motif Batik Jonegoro ini akan menjadi Motif awal
sebelum muncul Motif – motif lain yang nantinya bisa membuat nama
Bojonegoro di kenal di negara lain.
batik Bojonegoro...... Masyarakat Bojonegoro harus mau ikut
membudayakan untuk ikut memiliki Batik Jonegoro dan menggunakan pada
hari Kamis dan Jumat bagi Karyawan Pemkab, untuk Pengusaha bisa
menganjurkan penggunaan Batik Jonegoro pada karyawannya serta bagi siswa
sekolah juga bisa diseragamkan pada setiap hari jum’at, masih banyak
peran serta masyarakat dalam ikut membantu melestarikan penggunaan Batik
jonegoro ini.
Batik di Bojonegoro sebenarnya tidak ada satu melainkan 2 yakni Batik Jumput dan Batik Madrim, untuk nama Batik Madrim ini orang sudah banyak mengenal merupakan Patih dari Raja Angling Darma dari Kerajaan Malowopati yang petilasannya ada di Desa Wotan Ngare Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.
Bojonegoro merupakan sebuah kabupaten yang memiliki kekayaan alam dan budaya
yang luar biasa. Kekayaan ini menginspirasi Ibu Mafudho Suyoto untuk
menjadikannya sebagai motif Batik. Melalui lomba design, maka
terciptalah 9 motif Batik Jonegoroan.
Antara lain batik Bojonegoro: Gastro Rinonce
(Motif Kilang Minyak dan Gas Bumi), Jagung Miji Emas (Motif Jagung),
Mliwis Mukti (Motif Burung Legendaris Jelmaan Angling Dharma, Mliwis
Putih), Parang Dahono Munggal (Motif Wisata
Api Abadi, Kahyangan Api), Parang Jembul Sekar Rinandar (Motif Hewan
Sapi), Pari Sumilak (Motif Padi), Rancak Thengul (Motif Wayang Thengul,
khas Bojonegoro), Sata Gondo Wangi (Motif Tembakau), dan Sekar Jati
(Motif Daun Jati).
Sembilan motif batik Jonegoroan diatas
merupakan gambaran dari Potensi Budaya dan Alam Bojonegoro. Bagi
masyarakat yang ingin memliki batik Jonegoro bisa mendapatkannya di
Kecamatan Temayang, Kecamatan Dander dan Purwosari.
batik Bojonegoro
Jumat, 20 Juli 2012
profile calon bupati bojonegoro Drs. Suyoto M.Si (Kang Yoto)
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
I. IDENTITAS
1. Nama : Drs. Suyoto M.Si (Kang Yoto)
2. Tempat Tanggal Lahir : Bojonegoro, 17 Februari 1965
3. Tempat Tinggal : Jalan Jawa Indah II/12 Darus Sa’adah Gresik
4.Status : Menikah, 1 Istri dan 3 Putra
5. Pekerjaan : Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik
II. PENDIDIKAN
1.Sekolah Dasar,Bojonegoro,1977
2. Madrasah Tsanawiyah At-Tanwir Talun, Bojonegoro,1981
3. Madrasah Aliyah At-Tanwir Talun, Bojonegoro,1985
4. S1, IAIN (Pendidikan Bahasa Arab)Malang,1989
5. S2, PP Sosiologi UMM,1996
III. RIWAYAT PEKERJAAN
Langganan:
Postingan (Atom)













