facebook fandik

menjelajah KEHIDUPAN dengan ketulusan untuk meraih ridho ILLAHI

duniaku

yang lain bersandiwara guwe apa adanya fandik enjoe aja. Copyright © 2012 fandik

sosial

hidup akan lebih indah karena mengharap berkah, petuah mbah yai, dunia pasti berakir

hampa relung kehidupan

kita masih muda enjoe aja ayo lawan semua yang cuma merusak tatanan yang tak bermoral

baju

ngapai berbaju suci jika tidak dengan hati, jati diri sendiri.

Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Oktober 2012

Batik Bojonegoro

batik Bojonegoro ....Sebenarnya di Bojonegoro ada Batik yang telah lama menggema yaitu batik Jumput dari Desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo.
batik Bojonegoro, Motif batik yang menjadi kebanggaan warga Bojonegoro. “Ada Motif jagung, tembakau, Minyak (Gotro), sapi, Wayang Tengul, Jati dan Padi serta Kayangan Api”. Dari kesembilan Motif Batik Jonegoro ini akan menjadi Motif awal sebelum muncul Motif – motif lain yang nantinya bisa membuat nama Bojonegoro di kenal di negara lain.
batik Bojonegoro...... Masyarakat Bojonegoro harus mau ikut membudayakan untuk ikut memiliki Batik Jonegoro dan menggunakan pada hari Kamis dan Jumat bagi Karyawan Pemkab, untuk Pengusaha bisa menganjurkan penggunaan Batik Jonegoro pada karyawannya serta bagi siswa sekolah juga bisa diseragamkan pada setiap hari jum’at, masih banyak peran serta masyarakat dalam ikut membantu melestarikan penggunaan Batik jonegoro ini.
Batik di Bojonegoro sebenarnya tidak ada satu melainkan 2 yakni Batik Jumput dan Batik Madrim, untuk nama Batik Madrim ini orang sudah banyak mengenal merupakan Patih dari Raja Angling Darma dari Kerajaan Malowopati yang petilasannya ada di Desa Wotan Ngare Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.
Bojonegoro merupakan sebuah kabupaten yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Kekayaan ini menginspirasi Ibu Mafudho Suyoto untuk menjadikannya sebagai motif Batik. Melalui lomba design, maka terciptalah 9 motif Batik Jonegoroan.
Antara lain batik Bojonegoro: Gastro Rinonce (Motif Kilang Minyak dan Gas Bumi), Jagung Miji Emas (Motif Jagung), Mliwis Mukti (Motif Burung Legendaris Jelmaan Angling Dharma, Mliwis Putih), Parang Dahono Munggal (Motif Wisata Api Abadi, Kahyangan Api), Parang Jembul Sekar Rinandar (Motif Hewan Sapi), Pari Sumilak (Motif Padi), Rancak Thengul (Motif Wayang Thengul, khas Bojonegoro), Sata Gondo Wangi (Motif Tembakau), dan Sekar Jati (Motif Daun Jati).
Sembilan motif batik Jonegoroan diatas merupakan gambaran dari Potensi Budaya dan Alam Bojonegoro. Bagi masyarakat yang ingin memliki batik Jonegoro bisa mendapatkannya di Kecamatan Temayang, Kecamatan Dander dan Purwosari.
batik Bojonegoro

BATIK KOTA LAMONGAN

BATIK TULIS LAMONGAN

Meskipun Lamongan memiliki banyak motif batik namun sampai saat ini belum memiliki ikon batik yang bisa menjadi trade mark Lamongan. Dalam rangka menentukan dan menetapkan ikon batik Lamongan, maka diadakan Lomba Desain Batik yang diadakan tanggal 2 February sampai 9 April. Lomba itu akhirnya dimenangkan Gendang Ceplik Bandeng Lele karya ibu Solikhah dari Desa Sendangduwur Kecamatan Paciran.
Penobatan juara dan penentuan ikon batik Lamongan itu dilangsungkan seusai Seminar Batik, Kamis, (12/4) di Grand Mahkota Hotel. Acara itu sendiri dibuka oleh ketua Dewan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamongan Mahdumah Fadeli.
Dalam sambutannya, dia mengharapkan agar batik Lamongan  bisa eksis dan diakui seperti batik daerah lain yang sudah ada. Selanjutnya, sebagai ketua juri, dia menyebut desain yang diharapkan dari batik yang akan jadi ikon Lamongan hendaknya memiliki ke khasan Lamongan. Yaitu ikan bandeng dan Lele serta di tambahkan bunga melati yang merupakan lambang kesucian.
Dalam seminar yang menghadirkan dua tokoh batik dari Balai Besar Kerajinan Dan Batik Jogjakarta itu para peserta diberikan materi tentang Teknis pembuatan batik yang di sampaikan oleh Gamal Bya “Dalam mendisain batik sebaiknya dimulai, dari menentukan tema terlebih dahulu” demikian ungkapnya.
Sedangkan Umar Setiaji yang memberikan materi tentang Batik dan Perkembangannya mengungkapkan bahwa batik sarat akan filosofi. “Bila sekarang orang hanya melihat batik dari segi bisnis maka jaman dahulu batik merupakan ungkapan isi hati pembuatnya” tambahnya.
Acara di akhiri oleh pengumuman juara lomba desain batik. Dari 88 desain hasil karya 48 pengerajin batik di pilih tiga karya terbaik yang di anggap mewakili ikon Lamongan yaitu Gendang Ceplik Bandeng Lele karya ibu Solikhah sebagai juara pertama dan hasil desain ibu Tutik Handayani yang berjudul Kepiting Rowo Sisik Naga sebagai juara ke dua, sedangkan juara ke tiga diraih oleh ibu Muslimah dengan karyanya Ikan Laut. Ketiganya adalah pengrajin batik dari Desa Sendangduwur Kecamatan Paciran.

sumber http://lamongan.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=2595&Itemid=940